ikan mati karena limbah tahusambak.desa.id – Limbah pabrik tahu di Desa Sambak ternyata masih menyisakan persoalan yang tak kunjung selesai. Masih ada limbah yang dibuang kesungai sehingga menimbulkan dampak yang cukup serius. Dampak yang nyata adalah bau tidak sedap. Selain itu banyak ikan di kolam warga yang mati diduga karena air sungai tercemar limbah tahu. Seperti yang terlihat di “kalen” (sungai kecil-red) yang mengalir di depan masjid di dusun jarakan barat Desa sambak kecamatan kajoran minggu (15/05/2016).

Sudah sejak setahun terakhir warga di pinggiran kalen tersebut terpaksa harus menghirup bau tak sedap dari limbah tahu. Selain bau, air menjadi sangat keruh. Terlebih ketika musim kemarau tiba, bau tambah menyengat dan air kalen semakin keruh dan mengendap.

“Sudah beberapa kali ikan di kolam mati. Dari yang kecil-kecil sampai terakhir tadi ikan yang besar juga ikut mati. Kemungkinan besar disebabkan oleh limbah tahu yang mengalir ke kolam”. Kata Ari Sule (26) pemilik kolam ikan.

Warga disekitar aliran kalen juga mengeluhkan hal serupa. Masna Yuli (24) warga dusun jarakan barat mengatakan kalau setiap hari terpaksa harus mencium bau tak sedap karena limbah tahu mengalir tepat di depan rumahnya.

“Harusnya limbah tahu tidak dibuang kesini (kalen). Pabrik tahu yang mendulang untung kita yang dirugikan. Coba sekali-sekali pemilik pabrik duduk di dekat kalen sini sehari saja kalau betah.” Keluhnya.

Suryadi, kepala dusun sindon ketika ditanya mengenai hal ini menjelaskan bahwa memang baru tiga pabrik tahu yang limbahnya diolah menjadi biogas. Yang lain belum. Bahkan pabrik yang limbahnya dibuang ke sungai dan sampai ke wilayah dusun jarakan barat justru sebenarnya  yang dulunya diprioritaskan agar limbahnya bisa diolah menjadi biogas. Namun pemilik pabrik tahu tersebut waktu itu menolak. Alasannya limbah mau dialirkan ke sawah untuk budidaya cacing sutera. Alih-alih berhasil, ternyata lahan sawahnya menjadi rusak dan limbah lalu dibuang kesungai.

“Memang baru tiga pabrik tahu yang limbahnya sudah dikelola menjadi biogas. Yang lain belum, padahal ada sekitar 6 pabrik di sini. Kendalanya adalah pada dana. Kalau mau swadaya dananya cukup besar, kalau mau menunggu bantuan dari pemerintah mau sampai kapan. Sebenarnya kasihan juga warga yang kena dampaknya” Ujarnya.

sungai yang tercemar limbahWarga berharap agar masalah limbah ini segera ada solusi. Karena pencemarannya sudah pada tahap meresahkan. Semua pihak hendaknya juga harus duduk bersama membahas tentang hal ini. Pemilik pabrik, pemerintah desa dan pihak terkait mudah-mudahan segera tanggap agar masalah ini tidak berlarut-larut.

(Telah dibaca 450 kali, dibaca 1 kali hari ini)