sambak.desa.id – Tim perumus Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) sambak kecamatan kajoran kabupaten Magelang telah terbentuk. Hal itu diputuskan dalam musyawarah pembentukan Tim Perumus BUMDES sambak pada jum’at, 6/1/2017 di balai desa sambak. Yang hadir dalam musyawarah tersebut adalah perwakilan dari berbagai lembaga yang ada di Desa. Antara lain, Badan Permusyawaratn Desa (BPD), Pemerintah Desa (pemdes), PKK, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa (LPMD), Lembaga Pemberdayaan Pemuda (LPP) dan lain-lain. Tim yang terbentuk berjumlah 11 orang dan bertugas untuk menggali dan memetakan potensi lokal yang ada termasuk Sumber daya alam dan sumber daya manusianya. Kedua menyusun AD/ART BUMDES dan yang ketita melaporkannya kepada BPD dan Pemdes dalam musyawarah pembentukan bersama masyarakat.

“Tugas dari tim 11 adalah menggali dan memetakan potensi lokal yang ada termasuk Sumber daya alam dan sumber daya manusianya, menyusun AD/ART BUMDES dan kemudian melaporkannya kepada BPD dan Pemdes dalam musyawarah pembentukan bersama masyarakat.” Ujar Dahlan Kepala Desa Sambak dalam sambutannya.

BUMDES di desa sambak harapannya bisa meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat. Potensi di sambak sangat banyak dan bisa dikembangkan menjadi usaha profit yang berorientasi sosial. Atau dengan istilah lain sosial bisnis. Pemberdayaan masyarakat lokal juga menjadi prioritas BUMDES kedepan.

“Kalau di lokal ada dan bisa, seharusnya memberdayakan yang lokal dulu. Hal ini sesuai dengan semangat pembentukan BUMDES itu sendiri.” Kata Amron Muhzawawi ketua tim terpilih.

Amron menjelaskan, pengelolaan BUMDES harus benar-benar transparan, akuntabel dan profesional. Disamping itu butuh pemikiran-pemikiran yang kreatif. Ide-ide gila yang diluar kebiasaan orang pada umumnya. Kalau yang biasa-biasa saja sudah banyak. Terlebih jika salah satu prioritas unggulan unit usaha dalam BUMDES tersebut adalah pariwisata.

“Ketika berbicara tentang pariwisata, pastinya juga berbicara tentang kreatifitas. Tentunya juga butuh pemikiran dan ide-ide kreatif jika ingin laku. Jangan yang biasa-biasa saja. Nah, hal tersebut dimiliki oleh anak-anak muda.” Pungkasnya. (**kimsam)

(Telah dibaca 426 kali, dibaca 1 kali hari ini)