sambak.desa.id – Kepala Desa Sambak kecamatan kajoran kabupaten magelang menerima kunjungan study banding dari dukuh kauman desa ngembalrejo kabupaten kudus sabtu (29/7). Study banding tentang Program Kampung Iklim (Proklim) yang ada di desa sambak. Sebanyak 21 orang dari kudus mengikuti study banding tersebut.

“Kami ucapkan selamat datang kepada romongan dari kudus di desa sambak. Sebenarnya kami juga kaget kenapa memilih sambak sebagai tujuan study banding, padahal kami juga masih belajar tentang pengelolaan lingkungan” Ujar Dahlan kepala desa sambak mengawali sambutannya.

Dalam pemaparannya, dahlan menjelaskan tentang apa saja yang sudah dilakukan di desa sambak. Baik yang sekarang maupun yang dulu pernah dirintis oleh kepala desa sebelum periodenya. Tak hanya itu, beliau juga mengatakan bahwa apa yang sudah dilakukan di sambak merupakan kegiatan masing-masing kelompok masyarakat di desa sambak. Ada kelompok anak-anak muda, kelompok ibu-ibu dan lain sebagainya. Kegiatan yang berkaitan dengan lingkungan tersebut kemudian menjadi saling terkait satu sama lain.

“Di sambak itu ada sekelompok anak muda di Omah ngisor yang mendapat penghargaan TBM terkreatif tingkat nasional dengan melakukan gerakan literasi, kemarin juga sempat ada pencanangan Gerakan Indonesia Membaca. Ada Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) yang menggerakkan keaksaraan, kebetulan salah seorang pengurusnya juga mendapat nominasi Kalpataru. Ada BUMDES juga yang beru berdiri. Alhamdulillah tahun ini kami juga mendapatkan penghargaan Proklim tingkat nasional” Katanya.

Umar Chatab, perwakilan peserta study banding menyampaikan bahwa apa yang sudah dilakukan di desa sambak tersebut bisa diterapkan di desa nya. Beliau mengatakan karena itulah rombongan yang dipimpinnya dating ke desa sambak.

“Ini yang kami ingin pelajari. Jadi apa yang sudah dilakukan di desa sambak mudah-mudahan bisa dilakukan di tempat kami. Ada kampung Iklim, kampung literasi, BUMDES dll” Kata Dia.

Study banding yang dibawa oleh Corporate Social Responsibility (CSR) PT. Pura Barutama Kudus tersebut rencananya di mulai sekitar pukul 14.00. Namun karena macet  lalu  mundur sekitar  3 jam dari waktu yang direncanakan. Rombongan dari kudus tersebut punya dua agenda kunjungan, yang pertama ke Yogyakarta, lalu yang kedua ke desa sambak. Karena sudah sore, akhirnya rombongan tak sempat ke lapangan untuk melihat pengelolaan Biogas di desa sambak.

“Wah kapan-kapan kita agendakan lagi ini bu, waktunya kurang. Padahal banyak sekali yang bisa di pelajari di desa sambak” Kata Umar kepada Rina Dwi Harsiwi dari PT. Pura Barutama di balai desa sambak di sela-sela acara.

(Telah dibaca 81 kali, dibaca 1 kali hari ini)