kopi2sambak.desa.id – Tahun 2008 Dahlan mendapat keluhan dari petani dan peternak di Desa Sambak, Bahwasanya saat ini makin sulitnya mencari buruh tani dan kebanyakan sudah lanjut usia sedangkan pemudanya lebih memilih untuk bekerja di kota dari pada menjadi petani. 

Merupakan sikap yang wajar masyarakat untuk mencari mata pencaharian lain di luar sektor pertanian, mengingat saat ini pertanian bukan merupakan sektor yang bisa memberikan penghasilan yang cukup bagi petani. Penggunaan lahan kehutanan pada saat itu hanya dimanfaatkan petani sebagai sumber pakan hijauan ternak seperti kaliandra untuk memberi makan ternak peliharaannya. Jaraknya cukup jauh antara hutan dan kandang ternak miliknya, sehingga dengan makin tua usia petani, menggendong rumput merupakan aktifitas yang cukup berat. Sedangkan anak-anaknya lebih memilih pekerjaan lain di luar sektor pertanian.

Dahlan melihat potensi Tegalan dan lahan hutan rakyat di Desa Sambak belum dikelola dengan baik sehingga belum menambah penghasilan petani. Dahlan yang kelahiran Temanggung dan juga merupakan petani kopi mengajak petani sambak untuk membudidayakan kopi robusta. Menurutnya karakter tanah di Sambak cocok untuk budidaya kopi, dibuktikan dengan adanya tanaman kopi yang subur dan berbuah tetapi pada saat itu belum dikelola dengan baik. Selain itu dengan penanaman kopi di wilayah ini bisa menjadi satu solusi untuk mengatasi sering terjadinya longsor karena Desa Sambak memiliki topografi wilayah yang miring. Sebagai tanaman konservasi lahan dan air dengan penanaman kopi maka wilayah Desa Sambak menjadi wilayah tangkapan air yang cukup penting.

Awal Tahun 2008, Dahlan mulai melakukan sosialisasi budidaya kopi pada saat itu masih banyak masyarakat yang mencibir, mengatakan bahwa  kopi tidak layak dibudidayakan di Sambak, karakter tanah Desa Sambak berbeda dengan tanah di Temanggung. Tetapi hal itu tidak mengurungkan niat Dahlan untuk melanjutkan rencananya untuk mengembangkan tanaman kopi di Desa Sambak. Lahan sempit milik Mertuanya, yang berada disamping rumah Dahlan ditanami kopi dengan pengelolaan yang baik. Beberapa tahun kemudian tanaman kopi tersebut ternyata bisa berbuah dengan baik.

Sejak saat itu mulailah beberapa petani tertarik untuk ikut menanam kopi, tetapi karena pengelolalaannya belum baik maka hasilnya pun belum begitu optimal. Meski pun demikian berbagai cara dan upaya terus menerus dilakukan Dahlan untuk meningkatkan hasil produksi kopi petani. Dengan dukungan Dinas pertanian dan BPPKP, sosialisasi dan pembinaan petani terus menerus dilakukan. Pada Tahun 2010, dukungan dari Pemerintah Kabupaten Magelang melalui Dinas Pertanian memberikan bantuan bibit kopi dan sarana produksi lainnya. Meski pun demikian penanaman kopi belum juga ditanam dengan pola yang intensif.

Pada tahun 2013 berbagai upaya yang telah dilakukan Dahlan yang diikuti oleh bebebrapa petani Desa Sambak untuk mengembangkan kopi di desanya mulai memperlihatkan hasilnya. Beberapa petani mulai panen kopi dengan hasil yang cukup memuaskan. Mulailah masyarakat berbondong-bondong dan tergerak untuk ikut menanam kopi dan mulai menata tanaman kopi yang sudah ditanam dengan pola yang ideal. Bahkan pada tahun tersebut bukan hanya masyarakat Desa sambak saja yang tergerak untuk menanam kopi. Tercatat beberapa desa di dua kecamatan, yaitu kecamatan Salaman dan Kajoran, yang berada dilereng pegunungan  Potorono dan Sikapat ikut pula membudidayakan kopi robusta.

Pada musim panen tahun 2015, Dahlan mencoba untuk mengumpulkan hasil panen milik petani  dan menjajagi kemungkinan untuk di export. Sayangnya, hanya sekitar 1 ton saja yang bisa dikumpulkan sedangkan kuantitas untuk sekali export minimal 16 ton. Tidak kekurangan akal, bersama penyuluh setempat datang ke exportir untuk menjajagi kemungkinan ikut mensuplai kopi dari sambak.dan alhamdulillah kerjasama terjalin, kopi dari sambak bisa diexport ke Busan, Korea Selatan., bahkan kopi sambak memiliki kelebihan dibanding kopi dari daerah lain. Kopi sambak banyak yang petik sudah merah, dan yang pasti belum banyak menggunakan pupuk kimia, Dengan demikian bisa berharap harga jual kopi lebih baik.

Sumber: bppkp.magelangkab.go.id/

(Telah dibaca 318 kali, dibaca 1 kali hari ini)