sambak.desa.id – Komunitas Belajar Omah Ngisor Desa Sambak kecamatan Kajoran Kabupaten Magelang dipercaya oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) Republik Indonesia menjadi salah satu penyelenggara kegiatan Gerakan Indonesia Membaca (GIM) & Kampung Literasi (KL) 2017. Demikian disampaikan dalam sosialisasi tentang hal tersebut di Balai Desa Sambak rabu (24/5/2017).

Badriyah, Kepala sub Bidang Keaksaraan & Budaya Baca Dinas Pendidikan & Kebudayaan Kabupaten Magelang mengatakan, Gerakan Indonesia membaca (GIM) merupakan kegiatan membangun budaya baca masyarakat yang diselenggarakan secara lintas sektoral. Yakni dengan melibatkan lembaga/instansi pemerintah, lembaga swasta dan berbagai organiasi sosial, kemasyarakatan, keagamaan, kepemudaan dan profesi.

“Tak hanya itu kegiatan ini juga melibatkan satuan pendidikan anak usia dini, satuan pendidikan formal dan nonformal, TBM, dan forum-forum yang menjadi mitra dinas pendidikan untuk menjamin ketersediaan, keterjangkauan, kualitas, kesetaraan, dan kepastian layanan bacaan kepada masyarakat dalam memperoleh informasi yang dibutuhkan dalam rangka meningkatkan kualitas hidupnya dan menjadi pembelajar sepanjang hayat.” Ujarnya.

GIM 2017 diselenggarakan di 19 Kabupaten/Kota dan KL 2017 akan diselenggarakan di 34 lembaga. “Ini baru pertama kalinya Kabupaten Magelang menyelenggarakan GIM dan KL. Awalnya kami malah tidak tahu itu karena langsung ditunjuk dari pusat. Hal ini membanggakan karena sudah membawa nama baik Desa, Kecamatan, Kabupaten bahkan Provinsi.”

“Semoga Desa Sambak bisa menjadi percontohan bagi desa-desa yang lain. Saya sangat bangga dengan apa yang dilakukan mas Antok (Muhamad Aprianto) selaku Pengelola Omah Ngisor. Mas Antok dan  teman-temanya ini pada tahun 2016 lalu juga menjadi juara Taman Baca Masyarakat (TBM) Kreatif & Rekreatif tingkat nasional yang diselenggarakan di Palu Sulawesi Tengah.” Pungkasnya.

Dalam kesempatan tersebut, beberapa Instansi yang turut hadir antara lain dari Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika), Dinas Pendidikan & Kebudayaan Kabupaten Magelang serta Tokoh Masyarakat dari berbagai unsur. Dalam sambutannya, Dahlan, kepala Desa Sambak juga sangat mengapresiasi kegiatan Kampung Literasi ini. Beliau menyampaikan bahwa Komunitas Omah Ngisor dan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) sama-sama melakukan pendidikan langsung ke masyarakat.

“ Kalau kegiatan keaksaraan LMDH lebih fokus untuk bidang pertanian khususnya budidaya Kopi. Sedangkan Omah Ngisor fokus di Perpustakaan/taman baca dan seni budaya.” Katanya.

Rangkaian kegiatan GIM di Kabupaten Magelang sudah dilaksanakan sejak tanggal 23 Mei 2017 di Pondok Baca Ibnu Hajar Sirahan Kecamatan Salam Kabupaten Magelang. Yakni sarasehan dengan tema “ Upaya menyiapkan generasi emas tahun 2045 melalui peningkatan budaya baca Masyarakat Kabupaten Magelang”. Dengan pembicara Trima (Penulis lepas) dan Icah dari Dunia Tera.

Kemudian tanggal 25 Mei 2017 Pelatihan menulis cerita anak di Balkondes Majaksingi Borobudur yang akan di mentori oleh Muhsin Kalida ( Penulis buku anak) dan Bagyo Harsono ( wartawan harian Kedaulatan Rakyat). Kegiatan tersebut diikuti sekira 50 siswa SD dan SMP se-Kabupaten dan Kota Magelang. Dalam kegiatan tersebut anak-anak akan dilatih untuk membuat cerita yang nantinya akan dilombakan. Kemudian puncak acaranya tanggal 15 Juni 2017 berlokasi di desa Sambak.

Muhamad Aprianto (30), selaku pegiat Komunitas Omah Ngisor juga menjelaskan tentang beberapa kegiatan yang akan dilakukan Kampung Literasi. Dia menjelaskan,  Kampung literasi merupakan sebuah kampung/desa yang digunakan untuk meningkatkan minat baca dan pengetahuan masyarakat. Yakni mewujudkan masyarakat yang memiliki 6 komponen literasi. Komponen tersebut yaitu literasi baca tulis, literasi berhitung, literasi sains, literasi teknologi informasi dan komunikasi (TIK), literasi keuangan serta literasi budaya dan kewarganegaraan serta membentuk masyarakat pembelajar sepanjang hayat.

“Minimal setiap penyelenggara Kampung Literasi bisa menyelenggarakan 2 Literasi. Yang akan dilaksanakan Kampung Literasi Omah Ngisor di Desa Sambak antara lain literasi Agama, literasi sejarah lokal, literasi TIK, literasi Budaya & Kewarganegaraan, literasi Lingkungan, literasi Kesehatan, literasi wirausaha/enterpreneur dan literasi anti korupsi.” Ujar Antok, pria berambut gondrong itu biasa dipanggil.

Antok mengatakan, sebenarnya kegiatan literasi tersebut di desa sambak sudah dilakukan oleh para pemuda,  cuma memang perlu lebih ditingkatkan. Dengan adanya literasi tentang sejarah lokal, harapannya kita tidak lupa jati diri desa. Sehingga bisa meningkatkan rasa cinta terhadap kampung halamannya.

“Berbicara tentang sejarah lokal desa tentunya sangat kompleks. Banyak yang harus digali. Dari sejarah administratif, geografis, sosial, ekonomi, politik dan budayanya. Karena itu kami minta kerjasama dengan seluruh lapisan masyarakat untuk membantu dalam menggali nilai-nilai sejarah yang sedikit demi sedikit mulai ditinggalkan yang tidak menutup kemungkinan akan dilupakan.” Pungkasnya berharap.

Berdasarakan keterangan yang dikutip dari laman kemdikbud, GIM pertama kali dicanangkan pada tahun 2015. Kemudian di tahun 2016, penyelenggaraan GIM diperkuat dengan penyelenggaraan Kampung Literasi. Di tahun 2017 ini, Direktorat Pendidikan Keaksaraan dan Kesetaraan (Dit. Bindiktara), Direktorat Jenderal PAUD dan Dikmas Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan menyelenggarakan Gerakan Indonesia Membaca (GIM) dan Kampung Literasi (KL) di beberapa Kabupaten/Kota di tanah air.(***)

(Telah dibaca 242 kali, dibaca 1 kali hari ini)