sambak.desa.id – Belasan pemuda berkumpul di parkiran Radio Komunitas Suara Kampung Pintar (SKP FM) Minggu (12/08/2012). Mereka berkumpul dalam Sarasehan dan Buka bersama yang di selenggarakan bersama oleh Radio Komunitas SKP FM, Forum Masyarakat Sambak (grup faceebok), dan PRPM Sambak. Acara yang mengusung tema “Jurnalisme Warga dan Pemanfaatan Sosial Media untuk Perubahan Sosial” ini ternyata di sambut baik oleh beberapa pihak.

CaptureDiusungnya tema tersebut dalam acara ini tak lain dan tak bukan adalah karena semakin banyaknya pengguna Internet dan Sosial Media (Sosmed) di Desa Sambak Kecamatan Kajoran Kabupaten Magelang. Disamping itu adanya pemahaman dan pemanfaatan Sosial Media ini diharapakan agar bisa saling tukar informasi secara terus-menerus serta digunakan untuk hal yang lebih positif.

Amron Muhzawawi, editor Harian Magelang Ekspres yang juga hadir dalam acara tersebut mengatakan, pertemuan seperti ini harus sering di adakan mengingat manfaat yang di dapat. Kalau bisa kedepannya lebih berbicara tentang hal teknis seperti pelatihan menulis, pembuatan blog dan lain sebagainya.

“Kedepannya harus membahas yang lebih teknis, seperti pelatihan menulis bagi warga, pembuatan blog dan “kampanye” pemanfaatan internet secara sehat. Saat ini kan baru membahas wacana secara umum, kalau kedepannya membahas yang lebih teknis akan lebih baik.” Kata dia.

Saat ini banyak kalangan pelajar dan anak muda menggunakan internet hanya sebatas untuk iseng-seng saja, belum di manfaatkan untuk hal-hal yang lebih bernilai. Padahal jika di manfaatkan untuk bisnis misalnya, ini akan sangat efektif.

“Saya menawarkan “Sutelo” keripik singkong pedas itu awalnya juga dari facebook, dan ternyata tanggapan dari teman-teman di faceebok luar biasa. Ini kan hanya salah satu contoh saja sebenarnya.” Pungkasnya.

Berbeda lagi yang di lakukan Danang Rosid, Danang memanfaatkan salah satu jejaring sosial facebook untuk mendapatkan informasi beasiswa. “Saya pernah bergabung dalam sebuah grup di Facebook yang berkaitan dengan Informasi program-program beasiswa dan ini sangat membantu”. Ujar Lulusan Teknik Elektro Universitas Indonesia ini.

Dalam acara tersebut juga membahas tentang Internet Masuk Desa dengan konsep RT/RW net atau jaringan Internet nirkabel. Gagasan yang di usung oleh beberapa pegiat Radio Komunitas SKP FM di sambak ini ternyata mendapat tanggapan yang positif mengingat sisi manfaat yang didapat namun dengan biaya yang relatif lebih murah.

“Langkah awal untuk membangun RT/RW net ini bisa dimulai dari tim kecil yang selanjutnya membuat proposal kemudian di tawarkan kepada calon pengguna. Agar calon pengguna minimal punya gambaran apa dan bagaimana sebenarnya sistem dan kebutuhan yang diperlukan. Dan tentunya pemerintah Desa juga harus dilibatkan.” Kata Danu Utomo, salah satu penyiar Radio SKP FM yang juga aktif di Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH). (rfq)

(Telah dibaca 166 kali, dibaca 1 kali hari ini)