sutelosambak.desa.id – Kemasan yang unik juga rasa yang khas membuat Sutelo dilirik banyak orang. Seperti pada Kamis (19/11) lalu, sebanyak 30 orang peserta pelatihan desain dan kemasan industri yang diselenggarakan Dinas Perindustrian Provinsi Jawa Tengah berkunjung ke tempat pembuatan Sutelo di Desa Sambak Kecamatan Kajoran, Magelang.

Mereka ingin melihat langsung proses pembuatan produk juga berbagi pengalaman dengan pemilik Sutelo, Amron Muhzawawi yang pada kesempatan tersebut menemui langsung para peserta latihan yang berasal dari berbagai kota di Jawa Tengah itu.

Agus, salah satu peserta dari Semarang mengungkapkan, banyak pengetahuan baru ia dapatkan dari kegiatan ini, khususnya soal kemasan. “Bukan cuma kemasan yang oke, Sutelo rasanya juga mantap. Bisa buat referensi,” kata pria yang di rumahnya berbisnis kue semprong ini.

Memang, soal kemasan ini menjadi pertimbangan utama kunjungan peserta pelatihan ke pabrik Sutelo.

Sementara itu, Amron menjelaskan bahwa kemasan adalah hal penting, meskipun kadang tidak selalu berhubungan dengan laris atau tidaknya sebuah produk. “Ada produk yang kemasannya bagus tapi tidak laku. Sebaliknya, ada pula yang kemasannya bisa dikatakan jelek tapi justru laris dipasaran,” kata Amron.

Namun, menurut Amron, dengan kemasan yang bagus minimal ada satu hal bagus dari produk yang kita produksi. Yang parah itu, lanjutnya, jika kemasannya jelek, jelek pula isinya. “Jadi semacam double jelek. Ini yang bikin usaha kita kerepotan,” katanya.

Lebih jauh ia menjelaskan bahwa kemasan yang bagus tidak selalu mahal. Ia mencontohkan kemasan Sutelo yang per kantongnya hanya seharga Rp 350.

Mendengar pemaparan Amron, tidak sedikit peserta yang antusias untuk mengetahui cara pembuatan maupun pemesanan kemasan Sutelo. Beberapa bahkan ada yang ingin memesan kemasan dari Amron. “Untuk material kemasan ini saya ambil dari Jogja dan Malang. Yang ingin pesan jangan ke saya, nanti saya kasih no hp supliernya,” ujar Amron.

Sementara itu, salah satu panitia pelatihan Candra Purnama dari Dinas Perindustrian Provinsi Semarang mengungkapkan bahwa pelatihan ini diikuti oleh perwakilan industri kecil dan menengah se-Karesidenan Semarang. Ada yang dari Kendal, Salatiga, Semarang dan lain-lain. Tujuannya, kata dia, untuk menambah wawasan juga perbaikan kemasan produk yang dimiliki para peserta.

Melihat produk-produk Sutelo, seperti keripik singkong pedas juga keripik pisang Candra mengaku terkesan dengan kemasannya yang unik. “Kemasannya bagus, bisa buat referensi pelaku usaha yang lain,” kata dia.

Peserta lain terdengar berceletuk, masnya Sutelo pinter ngakali. “Lha kok ngakali bagaimana?” sergah Amron. “Lha itu, ngakali bagaimana caranya membuat kemasan murah meriah tapi tampilan tetap ok,” kata peserta tersebut.

Di penghujung acara banyak peserta yang memborong Sutelo untuk oleh-oleh.

(****)

(Telah dibaca 206 kali, dibaca 1 kali hari ini)