Pelatihan website dan penerapan Sistem Informasi Desasambak.desa.id – Sekitar duapuluh orang dari tujuh desa ikuti Pelatihan Pengelolaan website Desa dan penerapan Sistem Informasi Desa pada sabtu (02/05). Keduapuluh orang tersebut  terdiri dari Kepala Desa dan Perangkat Desa dari Desa Sambak, Bambusari, Bumiayu, Banjaragung, Madukoro, Mangunrejo dan Krumpakan. Ditambah beberapa orang dari Forum Pemuda Desa Sambak. Bertempat di aula SD Negeri Sambak Kecamatan Kajoran kabupaten  Magelang.

Acara yang diselenggarakan secara swadaya oleh Forum Pemuda Desa Sambak dan Pemerintah Desa Sambak bekerjasama dengan Yayasan Gedhe Foundation ini, bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan kapasitas pemerintah desa. Agar desa mampu menggali dan mengelola potensi Desa dengan memanfaatkan  perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi.

“Mudah-mudahan dengan adanya pelatihan ini dapat meningkatkan kemampuan dan kapasitas pemerintah Desa dalam menggali potensi dan menampilkan potensi yang ada di desa masing-masing. Selain itu, website desa merupakan bentuk Keterbukaan Informasi Publik agar tercipta pemerintahan yang transaparan dan akuntabel demi meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat”. Ujar Dahlan, Kepala Desa Sambak dalam pembukaannya.

Pada kesempatan yang sama, Yossy Suparyo dari Yayasan Gedhe Foundation memaparkan latar belakang tentang Gerakan Desa Membangun (GDM). GDM merupakan inisiatif kolektif desa-desa untuk mengelola sumber daya desa dan tata pemerintahan yang baik. Gerakan ini lahir sebagai kritik atas praktik pembangunan perdesaan yang cenderung dari atas ke bawah (top down) dibanding dari bawah ke atas (bottom up). Akibatnya, desa sekadar menjadi objek pembangunan, bukan sebagai subjek pembangunan.

“Wilayah yang kemudian disebut sebuah desa sebelum republik ini berdiri sudah ada terlebih dahulu, tinggal sekarang bagaimana negara memenuhi kewajibannya dan memperlakukan Desa sebagaimana mestinya. Karena Desa punya hak, dan pemerintah punya kewajiban didalamnya.” Ujar Yossy.

Yossy juga mengatakan bahwa yang tak kalah penting dari keterbukaan Informasi publik melalui pengelolaan website Desa adalah bagaimana Desa dapat menggali segala potensi yang ada agar perekonomian warga di desa meningkat.

“Banyak sekali potensi lokal yang ada di desa, termasuk potensi produk-produk ekonomi. Jika hal ini bisa digali dan dipublikasikan melalui website desa bukan tidak mungkin perekonomian warga juga akan meningkat”. Katanya.

Pelatihan yang dilaksanakan sehari tersebut dirasakan masih kurang oleh para peserta yang hadir, karena banyaknya materi yang perlu dipelajari lebih dalam. Tak sedikit yang menginginkan keberlanjutan dari pelatihan. Seperti yang diungkapkan Awab Salabi Kepala Desa Madukoro Kecamatan Kajoran. Menurutnya, pelatihan ini harus dilanjutkan secara berkala mengingat masih banyak yang perlu di pelajari.

“Saya sangat mendukung adanya pelatihan ini dan berharap pelatihan ini tidak hanya sampai disini, karena banyak sekali materi yang masih harus kami pelajari. Misal tentang aplikasi Sistem Informasi Desa yang memang sangat dibutuhkan untuk pelayanan administrasi dan lain sebagainya. Makanya harus dilanjutkan”. Ujarnya penuh semangat.

(rfq)

(Telah dibaca 154 kali, dibaca 1 kali hari ini)