sambak.desa.id – Kalau Anda ingin melihat ragam industri kecil dengan etos kerja tinggi, Desa Sambak adalah tempatnya. Di sana ada sentra-sentra industri yang mengelompok berdasarkan dusun yang ditempati.

Di dusun sindon adalah sentra industri tahu dengan perputaran uang hingga puluhan juta per harinya. Di ujung selatan desa ada Dusun Sambak yang merupakan sentra keripik singkong. Ada 5 produsen keripik singkong di sana yang setiap harinya masing-masing bisa menjual keripik singkong sebanyak satu mobil pick up penuh.

Di dusun paling timur ada Punduhan yang sebagian besar warganya beternak sapi. Mereka membeli anakan sapi, dipelihara sampai gemuk, lalu dijual. Kemudian beli sapi anakan lagi.

Sementara itu sang kepala desa juga tak mau ketinggalan. Melihat Area gunung Potorono yang memiliki banyak lahan kosong, ia mengajak puluhan warga Dusun Kebonlegi dan Sigaung untuk menanam kopi. Saat ini ribuan pohon kopi telah tertancap kuat di kaki, pinggang hingga puncak Gunung Potorono.

Hasilnya kini ada produk bubuk kopi dengan brand Potorono yang perlahan merangsek ke pasaran kopi tanah air.

Pada ranah industri kuliner kreatif, ada batagor instant yang telah terjual ratusan ribu cup. Ada pula Badan Usaha Milik Desa yang perlahan mulai menggerakkan warga untuk memoles atau mempercantik produk-produk asli Sambak.

Di tangan BUMDes Kartadesa produk warga berupa olahan singkong khas jaman dulu yakni balung kuwuk dikemas apik menggunakan paper foil. Tak pelak, yang memandangnya bakal tergoda untuk membeli.

Sebagian anak muda Sambak juga mencoba peruntungan di dunia desain grafis. Hasilnya, tidak sedikit dollar mengalir ke kantong-kantong para anak muda ini. Mereka mendesain beragam penanda grafis, mulai dari logo, kartu nama, hingga website, untuk kemudian dijual ke luar negeri melalui internet.

Beragam ikhtiar kemandirian warga di bidang ekonomi itu barangkali yang membuat guru-guru SMPN 6 Kota Magelang mengajak ratusan muridnya berkunjung ke Desa Sambak pada Selasa 25 September 2018.

Sekitar 200-an siswa itu dipecah ke dalam 4 kelompok. Dengan dipandu oleh tim wisata edukasi dari BUMDes Kartadesa masing-masing kelompok diajak untuk mengunjungi sentra-sentra ekonomi di desa ini.

Ada pembelajaran, pengalaman, juga motivasi untuk menjadi para pejuang ekonomi bagi para siswa tersebut. Mereka melihat langsung bagaimana produk-produk itu diproses sebelum dijual di pasaran. Beberapa anak juga berkesempatan menjajal berbagai alat bantu produksi yang ada.

Semoga acara kunjungan sederhana tersebut menjadi pemantik mereka untuk menjadi pejuang-pejuang ekonomi.

(Telah dibaca 35 kali, dibaca 1 kali hari ini)